STIMULASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG
OLEH:
LESTARI SUDARYANTI
DISAMPAIKAN PADA PELATIHAN DDTK UTK KADER DAN GURU TK
Pembangunan
kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain
diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin
sejak anak dalam kandungan, dengan tujuan untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh
kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial serta memiliki intelegensia
majemuk sesuai dengan potensi genetiknya.
Berbeda
dengan orang dewasa otak balita lebih plastis, yang tentunya mempunyai sisi
positif maupun negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk proses
pembelajaran dan pengkayaan. Sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap
lingkungan, utamanya yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak
adekuwat, kurangnya stimulasi dan tidak didapatnya pelayanan kesehatan yang
memadai. Masa Lima tahun pertama anak ini sangat peka terhadap lingkungannya,
berlangsung sangat pendek dan tidak dapat diulang lagi. Masa ini disebut
sebagai Masa keemasan (golden period), Jendela kesempatan ( window of
opportunity), dan masa kritis ( critical period).
Besarnya jumlah Balita di negara
kita menuntut perhatian serius dari semua komponen bangsa karena merekalah
generasi penerus bangsa kita. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif
dan berkualitas yang diselenggarakan melalui upaya maksimal dalam deteksi dini,
stimulasi dan intervensi penyimpangan tumbuh kembang pada masa kritis tersebut , diharapkan dapat
meningkatkan kualitas hidup generasi penerus bangsa tersebut.
Kegiatan deteksi dini sebagai titik
awal penanganan setiap kasus gangguan tumbuh kembang membutuhkan kerjasama yang
terkoordinir dengan baik dalam bentuk kemitraan antara keluarga, tenaga
kesehatan, tenaga pendidik dan
masyarakat, demi tercapainya hasil yang optimal.
PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN ANAK
A.
Definisi:
Ø PERTUMBUHAN
adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta
jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Ø PERKEMBANGAN
Adalah bertambahnya struktur dan fungsi
tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan
bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
B.
Ciri-ciri dan prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak
Proses tumbuh kembang anak mempunyai Ciri-ciri dan
prinsip-prinsip yang saling berkaitan.
Ciri-ciri
tersebut adalah sebagai berikut:
- Perkembangan menimbulkan perubahan.
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan, dan
setiap pertumbuhan disertai perubahan.
Misalnya : perkembangan kepandaian pada anak akan
menyertai pertumbuhan otak dan serabut sarafnya.
- Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap
perkembangan sebelum ia melewati tahapan
sebelumnya.
Misalnya: seorang
anak tidak akan berjalan sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa
berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian
tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat.
- Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
Sebagaimana pertumbuhan , perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, baik
dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ.
- Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.
Misal : Anak yang
sehat bertambah umur bertambah berat dan tinggi badannya serta kepandaiannya.
- Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan
fungsi organ tubuh mengikuti dua hokum yg tetap , yaitu :
Ø Perkembangan terjadi lebih dulu di daerah kepala ,
kemudian kearah anggota tubuh.
Ø Perkembangan
terjadi lebih dulu pada kemampuan gerak kasar lalu berkembang pada kemampuan
gerak halus.
- Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang
teratur dan berurutan . Tahap tersebut
tidak bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu bisa duduk sebelum
akhirnya bisa berjalan.
Prinsip-prinsip
tersebut adalah sebagai berikut
- Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
Kematangan merupakan proses intrinsic yang terjadi dengan
sendirinya, sesuai potensi masing-masing individu.
Belajar merupakan perkembangan yang berasal Dari latihan
dan usaha . Melalui belajar , anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan
potensi yang dimiliki anak.
- Pola perkembangan dapat diramalkan
Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak.
Dengan demikian perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan
berlangsung dari tahapan umum ke tahapan spesifik , dan terjadi
berkesinambungan.
C. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas Tumbuh Kembang Anak
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan interaksi dari beberapa faktor yang
mempengaruhi, adapun faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
- Faktor Dalam
Ø Ras
/ Etnik atau bangsa
Ø Keluarga
Ø Umur
Ø Jenis
kelamin
Ø Genetik
Ø Kelainan
kromosom
- Faktor Luar
Ø Faktor
Prenatal
Ø Faktor Persalinan
Ø Faktor
Pasca persalinan
D.
Aspek-aspek Perkembangan yang
dipantau
- Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak dalam melakukan gerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya.
- Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak dalam melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis dan sebagainya.
- Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yg berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respon suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya.
- Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak ( makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan sebagainya.
E. Tahap
Perkembangan Anak menurut Umur
Umur 36 – 48 bulan
Ø Berdiri
1 kaki 2 detik
Ø Melompat
kedua kaki diangkat
Ø Mengayuh
sepeda roda tiga
Ø Menggambar
garis lurus
Ø Menumpuk
8 kubus
Ø Mengenal
2 – 4 warna
Ø Menyebut
nama, umur, tempat
Ø
Mengerti
arti kata di atas, di bawah, di depan
Ø Mendengarkan
cerita
Ø Mencuci
dan mengeringkan tangan sendiri
Ø Bermain
bersama teman, mengikuti aturan permainan
Ø Mengenakan
sepatu sendiri
Ø Mengenakan
celana panjang, kemeja, baju
Umur 48 – 60 bulan
Ø Berdiri
1 kaki 6 detik
Ø Melompat-lompat
1 kaki
Ø Menari
Ø Menggambar
tanda silang
Ø Menggambar
lingkaran
Ø Menggambar
orang dengan 3 bagian tubuh
Ø Mengancing
baju atau pakaian boneka
Ø Menyebut
nama lengkap tanpa dibantu
Ø Senang
menyebut kata-kata baru
Ø Senang
bertanya tentang sesuatu
Ø
Menjawab
pertanyaan dengan kata-kata yang benar
Ø Bicaranya
mudah dimengerti
Ø Bisa
membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
Ø Menyebut
angka, menghitung hari
Ø Menyebut
nama-nama hari
Ø Berpakaian
tanpa dibantu
Ø Menggosok
gigi tanpa dibantu
Ø Bereaksi
tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
Umur 60 – 72 bulan
Ø Berjalan
Lurus
Ø Berdiri
dengan 1 kaki selama 11 detik
Ø Menggambar
orang dengan lengkap
Ø Menangkap
bola kecil dengan tangan
Ø Menggambar
segiempat
Ø Mengerti
arti lawan kata
Ø Mengerti
arti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
Ø Menjawab
pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
Ø Mengenal
angka, bisa menghitung angka 5 – 10
Ø Mengenal
warna-warni
Ø Mengungkapkan
simpati
Ø Mengikuti
aturan permainan
Ø Berpakaian
sendiri tanpa dibantu
F. Beberapa Gangguan tumbuh
Kembang yang sering ditemukan
- Gangguan bicara dan bahasa
Kemampuan bahasa merupakan indicator seluruh perkembangan
anak, sebab melibatkan kemampuan kognitif, motorik, psikologis, emosi dan
lingkungan sekitar anak.Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan gangguan bicara
dan bahasa bahkan gangguan ini dapat menetap.
- Cerebral Palsy
- Sindroma Down
- Perawakan pendek
- Gangguan autisme
Gangguan perkembangan pervasive pada anak yang gejalanya
muncul sebelum anak berumur 3 tahun. Pervasif berarti meliputi seluruh aspek
perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat , yang
mempengaruhi anak secara mendalam. Gangguan perkembangan yang ditemukan pada
autis me mencakup bidang interaksi social, komunikasi dan perilaku.
- Retardasi Mental
- Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas
Merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk
memusatkan perhatian yang seringkali disertai dgn hiperaktifitas.
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG
ANAK
JADWAL
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 30 – 72 BULAN
UMUR ANAK
|
Jenis deteksi Tumbuh
kembang Yang harus dilakukan
|
||||
Deteksi dini penyimpangan
pertumbuhan
|
Deteksi dini penyimpangan
perkembangan
|
||||
BB/TB
|
L K A
|
KPSP
|
TDL
|
TDD
|
|
30 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
36 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
42 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
48 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
54 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
60 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
66 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
72 BULAN
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
DETEKSI
DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN
A. PENGUKURAN BERAT BADAN TERHADAP TINGGI BADAN
Ø
Tujuan
: untuk menentukan status gizi anak normal,
kurus, kurus sekali atau gemuk
Ø
Pengukuran
berat badan (BB) dengan timbangan injak.
Cara :
o
Letakkan
tmbangan pada lantai yg datar.
o
Lihat
posisi jarum (harus posisi 0)
o
Anak
memakai baju tipis sehari-hari, tanpa alas kaki, topi, jaket, jam tangan,
kalung, dan tidak memegang sesuatu
o
Anak
berdiri di atas timbangan tanpa dipegangi
o Lihat
jarum timbangan sampai berhenti
o Baca
angka yg ditunjuk jarum timbangan, posisi mata lurus di atas jarum penunjuk
o Jika
anak bergerak terus, perhatikan gerakan jarum, baca angka ditengah gerakan
jarum ke kanan dank e kiri.
Ø Pengukuran
tinggi badan (TB) dengan posisi berdiri
Cara :
o Anak
tidak memakai alas kaki
o Anak
berdiri tegak menghadap pemeriksa
o Punggung,
pantat, dan tumit anak menempel ke dinding pengukur
o Turunkan
batas pengukur sampai menempel ubun-ubun
o
Baca
angka pada batas tersebut. (posisi
mata lurus dengan angka yg dibaca)
B. PENGUKURAN LINGKAR KEPALA ANAK
Ø Tujuan
: Untuk mengetahui lingkaran kepala anak dalam batas normal atau diluar batas
normal.
Ø Cara :
o Alat
pengukur dilingkarkan kepala anak melewati dahi, menutupi alis mata, diatas
kedua telinga dan bagian belakang kepala yang menonjol, tarik agak kencang
o Baca
angka pada pertemuan angka 0
o Tanyakan
tanggal lahir anak, hitung umur anak
o
Catat hasil pengukuran pada grafik Lingkar kepala
sesuai umur dan jenis kelamin anak
o Buat
garis penghbung antara ukuran yg lalu dengan sekarang
o
Lingkaran
kepala anak tidak normal jika berada diluar jalur hijau
DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN
A.
KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN ( KPSP )
Ø Tujuan :
untuk mengetahui penyimpangan perkembangan anak
Ø Instrument
/alat yg digunakan : formulir KPSP sesuai umur dan alat Bantu pemeriksaan
Ø Interpretasi
hasil KPSP :
o Hitung
jumlah jawaban Ya
Jawaban Ya , Bila anak bisa, atau pernah atau
kadang-kadang melakukannya
Jawaban Tidak, Bila
anak belum atau tidak pernah melakukannya.
o Bila
jawaban ya = 9 atau 10, perkembangan anak Sesuai
( S )
o Bila
jawaban Ya = 7 atau 8, perkembangan anak Meragukan
( M )
o Bila
jawaban Ya ≤ 6 , kemungkinan ada Penyimpangan
( P )
o Bila
jawaban Tidak, perlu dirinci jumlah jawaban tidak menurut jenis
keterlambatannya.
B. TES DAYA DENGAR
Ø Tujuan
: untuk menemukan gangguan pendengaran
sejak dini, agar segera dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya
dengar dan bicara anak.
Ø Alat/
instrumen yg diperlukan :
o Instrument
TDD
o
Mainan
(boneka, kubus, sendok, cangkir, bola, bunga )
Ø Cara:
o Gunakan
instrument TDD , perintah pada anak boleh melalui orang tua anak
o Amati
kemampuan anak.
o Jawaban
Ya, jika anak dapat melakukan perintah
o Jawaban
tidak jika anak tidak bisa atau tidak mau melakukan perintah.
Ø Interpretasi
: Bila ada satu atau lebih jawaban tidak, kemungkinan anak mengalami gangguan
pendengaran.
C.
TES
DAYA LIHAT
Ø Tujuan
: untuk mendeteksi secara dini kelainan daya lihat agar segera dapat dilakukan
tindakan lanjutan sehingga kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat
menjadi lebih besar.
Ø
Alat
atau sarana yg dibutuhkan :
o
Ruangan
yg bersih, tenang dengan penyinaran yang baik.
o
Dua
buah kursi, 1 untuk anak dan 1 untuk pemeriksa.
o
Poster
E untuk digantung dan kartu E bertangkai untuk dipegang anak
o Alat
penunjuk.
Ø Cara:
o
Gantungkan
poster E setinggi mata anak pada posisi duduk
o Letakkan
kursi untuk anak sejauh 3 meter dari poster
o Letakkan
kursi pemeriksa disamping poster.
o Berikan
kartu E bertangkai pada anak, latih anak mengarahkan kartu E menghadap atas,
bawah, kiri, kanan, sesuai, poster E. Puji anak bila dapat melakukan dengan
benar.
o Selanjutnya,
minta anak menutup sebelah matanya dengan buku/kertas.
o Dengan
alat penunjuk, tunjuk huruf E pada poster satu persatu dan perintahkan pada
anak untuk mengarahkan kartu E ditangannya.
o
Puji
anak jika dapat melakukan dengan baik.
o
Ulangi
untuk mata yang lainnya.
o
Tulis
huruf E terkecil yg dapat dilihat anak
Ø Interpretasi
: Jika pada baris ketiga anak tidak dapat mengarahkan kartu E dgn baik, maka
kemungkinan anak mengalami gangguan daya
lihat.
APABILA
TERDAPAT PENYIMPANGAN PADA HASIL DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
SEGERA LAKUKAN RUJUKAN KE PUSKESMAS, UNTUK SEGERA DITINDAKLANJUTI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar