Sabtu, 03 Oktober 2015

POLI GIGI


LABORATORIUM PUSKESMAS CERME



UNIT GAWAT DARURAT (UGD) PUSKESMAS CERME

VISI MISI PUSKESMAS CERME

VISI MISI PUSKESMAS CERME

VISI

Memberikan Pelayanan Kesehatan Berkualitas, Berbasis Upaya Kesehatan Masyarakat


MISI

1. Menyelengarakan Upaya Kesehatan Perorangan yang Berkualitas Berbasis Profesionalisme

2. Mengembangkan Paradigma Sehat debgan Menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masayarakat yang Kreatif dan Inovatif Berbasis Peran Serta Masyarakat

3. Mengembangkan Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berwawasan Kesehatan Nasional dan Global

4. Mendarmabaktikan Ilmu dan Ketrampilan Mengelola Program Kesehatan Pada Masyarakat Baik di Tingkat Regional, Nasional Maupun Global

5. Mengembangkan Organisasi Berbasis System Tata Kelola dan Manajemen Modern

STIMULASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG



STIMULASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG
OLEH:
LESTARI SUDARYANTI
DISAMPAIKAN PADA PELATIHAN DDTK UTK KADER DAN GURU TK

            Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak dalam kandungan, dengan tujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial serta memiliki intelegensia majemuk sesuai dengan potensi genetiknya.
            Berbeda dengan orang dewasa otak balita lebih plastis, yang tentunya mempunyai sisi positif maupun negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan. Sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan, utamanya yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuwat, kurangnya stimulasi dan tidak didapatnya pelayanan kesehatan yang memadai. Masa Lima tahun pertama anak ini sangat peka terhadap lingkungannya, berlangsung sangat pendek dan tidak dapat diulang lagi. Masa ini disebut sebagai Masa keemasan (golden period), Jendela kesempatan ( window of opportunity), dan masa kritis ( critical period).
            Besarnya jumlah Balita di negara kita menuntut perhatian serius dari semua komponen bangsa karena merekalah generasi penerus bangsa kita. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas yang diselenggarakan melalui upaya maksimal dalam deteksi dini, stimulasi dan intervensi penyimpangan tumbuh kembang  pada masa kritis tersebut , diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup generasi penerus bangsa tersebut.
            Kegiatan deteksi dini sebagai titik awal penanganan setiap kasus gangguan tumbuh kembang membutuhkan kerjasama yang terkoordinir dengan baik dalam bentuk kemitraan antara keluarga, tenaga kesehatan,  tenaga pendidik dan masyarakat, demi tercapainya hasil yang optimal.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
A.    Definisi:
Ø  PERTUMBUHAN
adalah  bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Ø  PERKEMBANGAN
Adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

B.     Ciri-ciri dan prinsip-prinsip  Tumbuh Kembang Anak
Proses tumbuh kembang anak mempunyai Ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang saling berkaitan.
Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Perkembangan menimbulkan perubahan.
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan, dan setiap pertumbuhan disertai perubahan.
Misalnya : perkembangan kepandaian pada anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut sarafnya.
  1. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia  melewati tahapan sebelumnya.
Misalnya:  seorang anak tidak akan berjalan sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri  jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat.
  1. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
Sebagaimana pertumbuhan , perkembangan  mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ.
  1. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.
Misal :  Anak yang sehat bertambah umur bertambah berat dan tinggi badannya serta kepandaiannya.
  1. Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan  fungsi organ tubuh mengikuti dua hokum yg tetap , yaitu :
Ø  Perkembangan  terjadi lebih dulu di daerah kepala , kemudian kearah anggota tubuh.
Ø  Perkembangan terjadi lebih dulu pada kemampuan gerak kasar lalu berkembang pada kemampuan gerak halus.
  1. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur  dan berurutan . Tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu bisa duduk sebelum akhirnya bisa berjalan.

Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut
  1. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
Kematangan merupakan proses intrinsic yang terjadi dengan sendirinya, sesuai potensi masing-masing individu.
Belajar merupakan perkembangan yang berasal Dari latihan dan usaha . Melalui belajar , anak memperoleh kemampuan  menggunakan sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak.
  1. Pola perkembangan dapat diramalkan
Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan demikian perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke tahapan spesifik , dan terjadi berkesinambungan.

C.   Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas Tumbuh Kembang Anak
Pertumbuhan dan perkembangan  merupakan interaksi dari beberapa faktor yang mempengaruhi, adapun faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
  1. Faktor Dalam
Ø  Ras / Etnik atau bangsa
Ø  Keluarga
Ø  Umur
Ø  Jenis kelamin
Ø  Genetik
Ø  Kelainan kromosom
  1. Faktor Luar
Ø  Faktor Prenatal
Ø  Faktor  Persalinan
Ø  Faktor Pasca persalinan

D.          Aspek-aspek Perkembangan yang dipantau
  1. Gerak kasar atau motorik kasar  adalah aspek yang berhubungan dengan  kemampuan anak dalam melakukan gerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya.
  2. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak  dalam melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis dan sebagainya.
  3. Kemampuan bicara dan bahasa  adalah aspek yg berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respon suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya.
  4. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak ( makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan sebagainya.

E.  Tahap Perkembangan Anak menurut Umur
Umur 36 – 48 bulan
Ø  Berdiri 1 kaki 2 detik
Ø  Melompat kedua kaki diangkat
Ø  Mengayuh sepeda roda tiga
Ø  Menggambar garis lurus
Ø  Menumpuk 8 kubus
Ø  Mengenal 2 – 4 warna
Ø  Menyebut nama, umur, tempat
Ø  Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
Ø  Mendengarkan cerita
Ø  Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
Ø  Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
Ø  Mengenakan sepatu sendiri
Ø  Mengenakan celana panjang, kemeja, baju
Umur 48 – 60 bulan
Ø  Berdiri 1 kaki 6 detik
Ø  Melompat-lompat 1 kaki
Ø  Menari
Ø  Menggambar tanda silang
Ø  Menggambar lingkaran
Ø  Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
Ø  Mengancing baju atau pakaian boneka
Ø  Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
Ø  Senang menyebut kata-kata baru
Ø  Senang bertanya tentang sesuatu
Ø  Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
Ø  Bicaranya mudah dimengerti
Ø  Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
Ø  Menyebut angka, menghitung hari
Ø  Menyebut nama-nama hari
Ø  Berpakaian tanpa dibantu
Ø  Menggosok gigi tanpa dibantu
Ø  Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
Umur 60 – 72 bulan
Ø  Berjalan Lurus
Ø  Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik
Ø  Menggambar orang dengan lengkap
Ø  Menangkap bola kecil dengan tangan
Ø  Menggambar segiempat
Ø  Mengerti arti lawan kata
Ø  Mengerti arti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
Ø  Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
Ø  Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 – 10
Ø  Mengenal warna-warni
Ø  Mengungkapkan simpati
Ø  Mengikuti aturan permainan
Ø  Berpakaian sendiri tanpa dibantu

F.   Beberapa Gangguan tumbuh Kembang yang sering ditemukan
  1. Gangguan bicara dan bahasa
Kemampuan bahasa merupakan indicator seluruh perkembangan anak, sebab melibatkan kemampuan kognitif, motorik, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak.Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan gangguan bicara dan bahasa bahkan gangguan ini dapat menetap.
  1. Cerebral Palsy
  2. Sindroma Down
  3. Perawakan pendek
  4. Gangguan autisme
Gangguan perkembangan pervasive pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak berumur 3 tahun. Pervasif berarti meliputi seluruh aspek perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat , yang mempengaruhi anak secara mendalam. Gangguan perkembangan yang ditemukan pada autis me mencakup bidang interaksi social, komunikasi dan perilaku.
  1. Retardasi Mental
  2. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas
Merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian yang seringkali disertai dgn hiperaktifitas.

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK

JADWAL DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 30 – 72 BULAN


UMUR ANAK
Jenis deteksi Tumbuh kembang Yang harus dilakukan
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
Deteksi dini penyimpangan perkembangan
BB/TB
L K A
KPSP
TDL
TDD

30 BULAN

V

V

V

V

V

36 BULAN

V

V

V

V

V

42 BULAN

V

V

V

V

V

48 BULAN

V

V

V

V

V

54 BULAN

V

V

V

V

V

60 BULAN

V

V

V

V

V

66 BULAN

V

V

V

V

V

72 BULAN

V

V

V

V

V

DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN
A.   PENGUKURAN BERAT BADAN TERHADAP TINGGI BADAN
Ø  Tujuan : untuk menentukan status gizi anak normal,  kurus,  kurus sekali atau gemuk
Ø  Pengukuran berat badan (BB) dengan timbangan injak.
Cara :
o   Letakkan tmbangan pada lantai yg datar.
o   Lihat posisi jarum (harus posisi 0)
o   Anak memakai baju tipis sehari-hari, tanpa alas kaki, topi, jaket, jam tangan, kalung, dan tidak memegang sesuatu
o   Anak berdiri di atas timbangan tanpa dipegangi
o   Lihat jarum timbangan sampai berhenti
o   Baca angka yg ditunjuk jarum timbangan, posisi mata lurus di atas jarum penunjuk
o   Jika anak bergerak terus, perhatikan gerakan jarum, baca angka ditengah gerakan jarum ke kanan dank e kiri.
Ø  Pengukuran tinggi badan (TB) dengan posisi berdiri
Cara :
o   Anak tidak memakai alas kaki
o   Anak berdiri tegak menghadap pemeriksa
o   Punggung, pantat, dan tumit anak menempel ke dinding pengukur
o   Turunkan batas pengukur sampai menempel ubun-ubun
o   Baca angka pada batas tersebut. (posisi mata lurus dengan angka yg dibaca)

B.   PENGUKURAN LINGKAR KEPALA ANAK
Ø  Tujuan : Untuk mengetahui lingkaran kepala anak dalam batas normal atau diluar batas normal.
Ø  Cara  :
o   Alat pengukur dilingkarkan kepala anak melewati dahi, menutupi alis mata, diatas kedua telinga dan bagian belakang kepala yang menonjol, tarik agak kencang
o   Baca angka pada pertemuan angka 0
o   Tanyakan tanggal lahir anak, hitung umur anak
o   Catat  hasil pengukuran pada grafik Lingkar kepala sesuai umur dan jenis kelamin anak
o   Buat garis penghbung antara ukuran yg lalu dengan sekarang
o   Lingkaran kepala anak tidak normal jika berada diluar jalur hijau

DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN
A. KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN ( KPSP )
Ø  Tujuan  :  untuk mengetahui penyimpangan perkembangan anak
Ø  Instrument /alat yg digunakan : formulir KPSP sesuai umur dan alat Bantu pemeriksaan
Ø  Interpretasi hasil KPSP :
o   Hitung jumlah jawaban Ya
Jawaban Ya ,  Bila anak bisa, atau pernah atau kadang-kadang melakukannya
Jawaban Tidak, Bila anak belum atau tidak pernah melakukannya.
o   Bila jawaban ya = 9 atau 10, perkembangan anak Sesuai ( S )
o   Bila jawaban Ya = 7 atau 8, perkembangan anak Meragukan ( M )
o   Bila jawaban Ya ≤ 6 , kemungkinan ada Penyimpangan ( P )
o   Bila jawaban Tidak, perlu dirinci  jumlah jawaban tidak menurut jenis keterlambatannya.

B. TES DAYA DENGAR
Ø  Tujuan :  untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini, agar segera dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak.
Ø  Alat/ instrumen yg diperlukan :
o   Instrument TDD
o   Mainan (boneka, kubus, sendok, cangkir, bola, bunga )
Ø  Cara:
o   Gunakan instrument TDD , perintah pada anak boleh melalui orang tua anak
o   Amati kemampuan anak.
o   Jawaban Ya, jika anak dapat melakukan perintah
o   Jawaban tidak jika anak tidak bisa atau tidak mau melakukan perintah.
Ø  Interpretasi : Bila ada satu atau lebih jawaban tidak, kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran.

C.           TES DAYA LIHAT
Ø  Tujuan : untuk mendeteksi secara dini kelainan daya lihat agar segera dapat dilakukan tindakan lanjutan sehingga kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar.
Ø  Alat atau sarana yg dibutuhkan :
o   Ruangan yg bersih, tenang dengan penyinaran yang baik.
o   Dua buah kursi, 1 untuk anak dan 1 untuk pemeriksa.
o   Poster E untuk digantung dan kartu E bertangkai untuk dipegang anak
o   Alat penunjuk.
Ø  Cara:
o   Gantungkan poster E setinggi mata anak pada posisi duduk
o   Letakkan kursi untuk anak sejauh 3 meter dari poster
o   Letakkan kursi pemeriksa disamping poster.
o   Berikan kartu E bertangkai pada anak, latih anak mengarahkan kartu E menghadap atas, bawah, kiri, kanan, sesuai, poster E. Puji anak bila dapat melakukan dengan benar.
o   Selanjutnya, minta anak menutup sebelah matanya dengan buku/kertas.
o   Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf E pada poster satu persatu dan perintahkan pada anak untuk mengarahkan kartu E ditangannya.
o   Puji anak jika dapat melakukan dengan baik.
o   Ulangi untuk mata yang lainnya.
o   Tulis huruf E terkecil yg dapat dilihat anak
Ø  Interpretasi : Jika pada baris ketiga anak tidak dapat mengarahkan kartu E dgn baik, maka kemungkinan anak mengalami  gangguan daya lihat.

APABILA TERDAPAT PENYIMPANGAN PADA HASIL DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEGERA LAKUKAN RUJUKAN KE PUSKESMAS, UNTUK SEGERA DITINDAKLANJUTI.